Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Tentara Nasional Indonesia
Angkatan Darat
Lambang TNI AD.png

Lambang Tentara Nasional Indonesia
Angkatan Darat
Dibentuk 15 Desember 1945
Negara  Indonesia
Tipe unit Angkatan Darat
Jumlah personil 483,000 (2016)
Bagian dari Tentara Nasional Indonesia
Markas Besar Jakarta
Julukan TNI AD
Moto Kartika Eka Paksi
(Sanskrit, lit:”burung perkasa dengan satu cita-cita mulia”)
Pertempuran Perang Kemerdekaan Indonesia
Konfrontasi Indonesia – Malaysia
Operasi seroja
Operasi Militer Indonesia di Aceh 2003 -2004Operasi Tinombala ( 2016 )
Komandan tempur
Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI Mulyono
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jendral TNI Tatang Sulaiman

TNI Angkatan Darat dibentuk pada tanggal 5 Oktober 1945 bersamaan dengan dibentuknya TNI yang pada awal berdirinya bernama Tentara Keamanan Rakyat ( TKR ).Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (atau biasa disingkat TNI Angkatan Darat atau TNI-AD) adalah salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan negara Republik Indonesia di darat.

TNI Angkatan Darat dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) yang menjadi pemimpin tertinggi di Markas Besar Angkatan Darat (MABESAD). KASAD saat ini dijabat oleh Jenderal TNI Mulyono.

Kekuatan TNI-AD saat ini terdiri dari 2 komando utama (kotama) tempur yaitu Kostrad, dan Kopassus. Di wilayah TNI-AD memiliki 13 Komando Daerah Militer, 44 Komando Resot Militer yang masing-masing wilayah memiliki satuan tempur tersendiri. Selain komando utama tempur, TNI-AD juga memiliki komando utama pendidikan yang mendidik para perwira dan calon Perwira di Akademi Militer, Secapa, Seskoad dan komando utama pengembangan dan doktrin yaitu Kodiklat.

Sejarah

Cikal bakal lahirnya TNI pada awal kemerdekaan Indonesia dimulai dari penggabungan kekuatan bersenjata yang berasal dari para tokoh pejuang bersenjata, baik dari hasil didikan Jepang ( PETA ), Belanda ( KNIL), maupun mereka yang berasal dari laskar rakyat. Hasil penggabungan ini menghasilkan sebuah lembaga yang bermana Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang kemudian berturut-turut berganti nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat (TKR), Tentara Republik Indonesia (TRI) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pada masa Orde Baru, Tentara Nasional Indonesia (TNI) digabung dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Penggabungan ini membentuk sebuah badan dengan nama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Berdasarkan Ketetapan MPR NO.VI/MPR/2000 kembali menggunakan nama Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah pemisahan peran antara TNI dan Polri

Sejak kelahirannya, TNI menghadapi berbagai tugas dalam rangka menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Mempertahankan kemerdekaan

Segera setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia menghadapi Sekutu/Belanda yang berusaha menjajah kembali bangsa Indonesia. Kedatangan kembali Sekutu/Belanda mendapat perlawanan kekuatan TNI bersama rakyat. Perlawanan tersebut menimbulkan pertempuran yang terjadi di mana-mana, seperti di Semarang (1945), Ambarawa (1945), Surabaya (1945), Bandung (1946), Medan (1947), Palembang (1947), Margarana (1946), Menado (1946), Sanga-Sanga (1947), Agresi Militer Belanda I (1947), Agresi Militer Belanda II (1948), dan Serangan Umum 1 Maret 1949.

Pada saat menghadapi Agresi Militer Belanda II, walaupun Pemerintah RI yang saat itu berpusat di Yogyakarta telah menyerah, Panglima Besar Jenderal Soedirman tetap melanjutkan perjuangannya, yaitu dengan cara gerilya karena berpegang teguh pada prinsip kepentingan negara dan bangsa.

Akibat dari perlawanan tersebut akhirnya bangsa Indonesia mampu mempertahankan pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan RI pada tanggal 27 Desember 1949. Perjuangan ini berhasil berkat adanya kepercayaan diri yang kuat, semangat pantang menyerah, berjuang tanpa pamrih dengan tekad merdeka atau mati.

Menjaga keutuhan bangsa dan negara

TNI bersama rakyat melaksanakan operasi dalam negeri seperti penumpasan terhadap PKI di Madiun 1948 dan Gerakan 30 September 1965, terhadap pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, Aceh, Sulawesi Selatan, terhadap PRRI di Sumatera Barat, Permesta di Menado, Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan, PGRS/Paraku di Kalimantan Barat, Republik Maluku Selatan di Ambon, GPLHT di Aceh, Dewan Ganda di Sumatera Selatan, dan OPM di Irian. Perjuangan ini dilaksanakan demi kepentingan menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara serta berpegang teguh pada prinsip demi kepentingan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia .

Operasi pengamanan dilaksanakan terhadap kegiatan kenegaraan seperti Pemilu, Sidang Umum/Sidang Istimewa MPR, dan pengamanan terhadap terjadinya konflik komunal. Operasi pengamanan ini didasarkan pada kepentingan negara dan bangsa, penyelamatan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tugas

Sebagai bagian dari TNI, sesuai dengan pasal 7 ayat (1) UU nomor 34 tahun 2004, tugas pokok TNI AD adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Organisasi

Markas Besar TNI-AD berada di bawah koodinasi dengan Markas Besar TNI. Perwira tersenior Angkatan Darat, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, adalah perwira tinggi berbintang empat dengan pangkat Jenderal mengepalai Angkatan Darat di bawah Panglima TNI.

Kepala staf

Jabatan tertinggi di TNI Angkatan Darat adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat, yang biasanya dijabat oleh Jenderal berbintang empat. Saat ini TNI Angkatan Darat dipimpin oleh Jenderal TNI Mulyono.

Pangkat

Di TNI Angkatan Darat, sebagaimana di kecabangan lainnya, kepangkatan terdiri dari Perwira, Bintara dan Tamtama. Adapun pangkat tertinggi di Angkatan Darat adalah Jenderal Besar dengan bintang lima. Sampai saat ini ada 3 orang perwira TNI Angkatan Darat yang dianugerahi pangkat tersebut. Mereka adalah:

  • Jenderal Besar Soedirman;
  • Jenderal Besar A.H. Nasution;
  • Jenderal Besar Soeharto.

Komando Utama Pembinaan

  • Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) dipimpin oleh Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi
  • Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklatad) dipimpin oleh Letnan Jenderal TNI Agus Kriswanto
  • Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dipimpin oleh Mayor Jenderal TNI Madsuni
  • Komando Daerah Militer (Kodam) dipimpin oleh Mayor Jenderal TNI

Komando Utama Pembinaan

  • Kodam Iskandar Muda
  • Kodam I/Bukit Barisan
  • Kodam II/Sriwijaya
  • Kodam Jaya
  • Kodam III/Siliwangi
  • Kodam IV/Diponegoro
  • Kodam V/Brawijaya
  • Kodam VI/Mulawarman
  • Kodam IX/Udayana
  • Kodam XII/Tanjungpura
  • Kodam XIII/Merdeka
  • Kodam XIV/Hasanuddin
  • Kodam XVI/Pattimura
  • Kodam XVII/Cendrawasih
  • Kodam XVIII/Kasuari

Badan Pelaksana Pusat

  • Pusat Polisi Militer Angkatan Darat
  • Pusat Intelijen Angkatan Darat
  • Pusat Penerbangan Angkatan Darat
  • Pusat Teritorial Angkatan Darat
  • Pusat Kesehatan Angkatan Darat
  • Direktorat Topografi Angkatan Darat
  • Direktorat Ajudan Jenderal Angkatan Darat
  • Direktorat Keuangan Angkatan Darat
  • Direktorat Zeni Angkatan Darat
  • Direktorat Pembekalan Angkutan Angkatan Darat
  • Direktorat Perhubungan Angkatan Darat
  • Direktorat Hukum Angkatan Darat
  • Direktorat Peralatan Angkatan Darat
  • Dinas Penerangan Angkatan Darat
  • Dinas Psikologi Angkatan Darat
  • Dinas Informasi dan Pengolahan Data Angkatan Darat
  • Dinas Jasmani Angkatan Darat
  • Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat
  • Dinas Pembinaan Mental Angkatan Darat
  • Dinas Kelaikan Angkatan Darat
  • Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat
  • Akademi Militer
  • Sekolah Calon Perwira TNI-AD
  • Resimen Induk Kodam

Tingkat Kotama daerah

Pada TNI AD tingkat kotama daerah pertama adalah Komando daerah militer (KODAM) yang wilayah pertahanannya biasanya meliputi satu provinsi atau lebih, Kodam dipimpin pewira berpangkat Mayor Jenderal, di bawah Kodam ada Komando resort militer (KOREM) yang wilayahnya biasanya meliputi wilayah luas atau karesidenan, Korem dipimpin perwira berpangkat Kolonel, di bawah Korem ada Komando distrik militer (KODIM) yang daerahnya meliputi wilayah satu Kabupaten/Kota atau lebih, Kodim dipimpin oleh perwira berpangkat Letnan Kolonel, sedangkan ada beberapa Kodim yang berdiri sendiri (tidak menginduk kepada Korem tetapi langsung pada Kodim) maka pimpinannya berpangkat Kolonel. Dibawah Kodim ada Komando rayon militer (KORAMIL) yang wilayahnya biasanya terdiri dari satu Kecamatan atau lebih, koramil dipimpin oleh perwira berpangkat Kapten atau Mayor (Untuk Kodim Berdiri Sendiri).

Warna baret[sunting | sunting sumber]

  1. Baret Raider: Warna hijau lumut dengan Lambang Raider ( Cepat, Senyap, Tepat )
  2. Baret Kostrad: Warna hijau dengan lambang Cakra Sapta Agni (Lambang Kostrad)
  3. Baret Kopassus: Warna merah dengan lambang Tribhuana Chandrasa (Lambang Kopassus)
  4. Baret Infanteri (Di bawah organik Pussenif atau Kodam): Warna hijau dengan lambang Pussenif
  5. Baret Kavaleri: Warna hitam dengan lambang Pussenkav
  6. Baret Artileri Pertahanan Udara: Warna cokelat dengan lambang Pussenarhanud
  7. Baret Artileri Medan: Warna cokelat dengan lambang Pussenarmed
  8. Baret Zeni: Warna hijau dengan lambang Ditziad
  9. Baret Perhubungan: Warna hijau dengan lambang Dithubad
  10. Baret Polisi Militer: Warna biru muda dengan lambang pistol bersilang (berbeda dengan lambang Puspomad yang bergambar topeng Gajah Mada)
  11. Baret Pembekalan Angkutan: Warna biru tua dengan lambang Ditbekangad
  12. Baret Penerbang Angkatan Darat: Warna merah dengan lambang kuda bersayap

•Keterangan:

  • Tidak semua kecabangan memiliki baret.
  • Jika suatu kesatuan berada di bawah organik Kostrad maka menggunakan baret Kostrad (misal: Yonkav-1/Kostrad mengenakan baret warna hijau (Kostrad) bukan hitam), kecuali jika berada di bawah organik Kodam.
  • Pembaretan adalah istilah untuk mendapatkan baret. Tidak mudah untuk mendapatkannya. Maka dari itu baret adalah kebanggaan masing-masing kecabangan.

Peralatan

Persenjataan dan Perlengkapan Infanteri

Senjata ringan

Nama Asal Tipe Kaliber Keterangan
Pindad P1/P2[2]  Indonesia Pistol semiotomatis 9x19mm Versi lokal dari Browning Hi-Power, dengan lisensi dari FN Herstal. Sekitar 30.000 P1 dan 2.000 P2 diproduksi.
Pindad G2 Elite dan G2 Combat  Indonesia Pistol semiotomatis 9x19mm Senjata standar TNI AD.
Pindad PM2[2]  Indonesia Pistol mitraliur 9x19mm
MP5 series  Jerman Pistol mitraliur 9x19mm Digunakan oleh pasukan khusus.
AK-47[2]  Uni Soviet Senapan serbu 7.62x39mm
Pindad SS1[2]  Indonesia Senapan serbu 5.56x45mm Didasarkan pada FN FNC.
Pindad SS2[2]  Indonesia Senapan serbu 5.56x45mm Modenisasi SS1.
M16[2]  Amerika Serikat Senapan serbu 5.56x45mm
M4 Carbine Flag of the United States (1912-1959).svgAmerika Serikat Senapan Serbu 5.56x45mm
FAMAS Perancis Senapan Serbu 0.223
HK 416  Jerman Senapan Serbu 5.56x45mm NATO
Pindad SPR-1[2]  Indonesia Senapan runduk 7.62x51mm
Pindad SPR-3[2]  Indonesia Senapan rundukQ 7.62x51mm
Pindad SPR-2[2]  Indonesia Senapan anti material 12.7x99mm
Pindad SM3  Indonesia Senapan mesin ringan 5.56x45mm Versi lokal FN Minimi.
Pindad SM2[2]  Indonesia Senapan mesin serbaguna 7.62x51mm Versi lokal FN MAG.
Pindad SMB-QCB  Indonesia Senapan mesin berat 12.7x99mm Versi lokal CIS 50MG.

Granat dan Sistem Roket[sunting | sunting sumber]

Nama Asal Tipe Jumlah Keterangan
Pindad SPG1  Indonesia Pelontar granat senapan Pelontar granat yang pertama kali diproduksi lokal
M79  Amerika Serikat Pelontar geranat tembakan tunggal
AT-13 Metis M  Rusia Pelontar rudal anti-tank
M80[3]  Yugoslavia Rudal panggul
PF-89 Flag of China (WFB 2004).gif China Roket Anti Tank

Tank

Model Asal Tipe Jumlah Dalam pesanan Keterangan
Leopard Revolution  Jerman Tank tempur utama 61 Paket upgrade Leopard 2 dari Rheinmetall. Dipesan oleh Jenderal Pramono Edhie Wibowo [4][5]
Leopard 2A4  Jerman Tank tempur utama 42 Satu paket dengan Leopard Revolution[6][7]
AMX-13  Perancis Light Tank 325 Ditingkatkan kemampuannya di PT Pindad[8]
FV101 Scorpion 90  Britania Raya Light Tank 100 Sebagian akan dipindah ke pulau Kalimantan[8]

Angkut Personel Ringan

Model Asal Tipe Jumlah Dalam pesanan Keterangan
AMX-VTT  Perancis Pengangkut personel lapis baja 200
Tarantula 6×6  Republik Korea Kendaraan tempur infanteri 22 Ditempatkan pada dua batalyon, yakni di Yonkav 1 Tank/Kostrad dan Yonkav 9 Serbu/Kodam Jaya.[8]
Marder 1A3  Jerman Kendaraan tempur infanteri 50 Satu paket dengan Leopard Revolution.[6][7][9]
V-150 Commando  Amerika Serikat Pengangkut personel lapis baja 200
VAB  Perancis Pengangkut personel lapis baja 46 Awalnya terdapat 14 disediakan. 32 lagi dibeli tahun 2006 untuk misi perdamaian Indonesia di Lebanon.[10]
Alvis Stormer  Britania Raya Pengangkut personel lapis baja ~70 Termasuk varian pengangkut personel lapis baja, mobil komando, ambulans, derek, ranpur logistik, dan ranpur jembatan.[11]
Pindad APS-3 ANOA  Indonesia Pengangkut personel lapis baja 200[12] Pemesanan Anoa pertama oleh TNI AD pada tahun 2008 sebanyak 154 unit untuk berbagai tipe. tahun 2011 memesan 11 unit tipe APC semua. Tahun 2012 memesan 61 unit.[13]
Pindad APR-1V  Indonesia Pengangkut personel lapis baja 40 2004 Pendahulu Pindad APS-3. Dirancang berdasarkan rangka truk komersil milik Isuzu. Pesanan lanjutan batal akibat gempa bumi Samudra Hindia 2004.

Kendaraan Lapis Baja

Model Asal Tipe Jumlah Dalam pesanan Keterangan
FV601 Saladin  Britania Raya Mobil lapis baja 69 Secara bertahap akan diganti dengan Pindad Badak
Ferret[14]  Britania Raya Mobil lapis baja 55
Cadillac Gage Commando Scout  Amerika Serikat Mobil lapis baja 26 1983
BTR-40[14]  Uni Soviet Mobil lapis baja 100-130 1963–1965 Dimodifikasi di Indonesia dari pengangkut personel lapis baja menjadi varian intai lapis baja.[15]

Sarana pendukung dan logistik[sunting | sunting sumber]

Model Asal Tipe Jumlah Dalam pesanan Keterangan
M151 MUTT  Amerika Serikat Kendaraan angkut ringan
Dodge M37  Amerika Serikat Kendaraan angkut ringan
Renault Sherpa 2  Perancis Kendaraan angkut ringan 30 Juli 2011 Diumumkan pada Juli 2011[16]
Land Rover LWB  Britania Raya Kendaraan angkut ringan
Steyr Puch Haflinger 700 AP  Austria Kendaraan angkut ringan
Toyota Hilux Jepang Kendaraan angkut ringan
Isuzu D-Max Jepang Kendaraan angkut ringan
Ford Ranger Amerika Serikat Kendaraan angkut ringan
Nissan Q4W73  Jepang Truk ringan
DAF YA400  Belanda Truk angkut
Unimog  Jerman Truk menengah
Steyr 680M  Austria Truk menengah
Bedford MK  Britania Raya Truk ringan
AM General M35  Amerika Serikat Truk menengah
Steyr 17M29  Austria Truk menengah
FAW CA150PL2  Republik Rakyat Tiongkok Truk menengah
XR311 FAV  Amerika Serikat Kendaraan serang cepat
Cakra FAV  Indonesia Kendaraan serang cepat

Artileri, sistem pertahanan udara dan radar[sunting | sunting sumber]

Model Asal Tipe Jumlah Dalam pesanan Keterangan
Astros II  Brasil Peluncur roket multilaras 36[17] Multikaliber
NDL-40  Indonesia Peluncur roket multilaras 50 Kaliber 77 mm, buatan PT DI
M48  Yugoslavia Meriam gunung 144
AZP S-60  Uni Soviet Artileri antipesawat kaliber 57mm 256
Oerlikon Skyshield[18]   Swiss Artileri antipesawat kaliber 35mm
M101 [19]  Amerika Serikat Artileri tarik 180
KH 178  Korea Selatan Artileri tarik 72
KH 179 Flag of South Korea.svg Korea Selatan Artileri tarik kaliber 155mm
FH-2000[19]  Singapura Artileri tarik 8
Poprad (versi rudal Grom dalam sishanud Kobra [20] )  Polandia Rudal darat-ke-udarajarak pendek Tidak diketahui, namun dipercaya lebih dari 70 unit [21]
ZU-23-2 ( Buatan Polandia) Poland flag 300.png Polandia Artileri Anti-Pesawatkaliber 23mm
Rapier  Britania Raya Rudal darat-ke-udara 120 Akan diganti
RBS-70[22]  Swedia Rudal darat-ke-udara 45
Mistral[23]  Perancis Rudal darat-ke-udara
QW-3[24]  Republik Rakyat Tiongkok Rudal darat-ke-udara
AMX Mk 61  Perancis Artileri gerak sendiri 57
CAESAR  Perancis Artileri gerak sendiri 36[25]
TAFLIR  Perancis Radar 5

Pesawat[sunting | sunting sumber]

Pesawat Asal Tipe Versi Beroperasi[26] Keterangan
Aero Commander  Amerika Serikat Helikopter angkut 680 3
AH-64 Apache  Amerika Serikat Helikopter serang AH-64D & AH-64E 0 8 dalam pesanan[27]
Bell 47  Amerika Serikat Helikopter multiperan 47G 10
Bell UH-1 Iroquois  Amerika Serikat Helikopter multiperan Bell-205A1 10
Bell 412  Amerika Serikat/ Indonesia Helikopter transpor 412EP 24 Dibuat dengan lisensi di PT DI
Britten-Norman Islander  Britania Raya Transpor multiperan BN-2A 1
CASA C-212 Aviocar  Spanyol/ Indonesia Transpor taktis 4 Transfer produksi pada PT DI
Cessna 310  Amerika Serikat Transpor multiperan 4
Eurocopter Bo 105  Jerman/ Indonesia Helikopter multiperan 30 Dibuat dengan lisensi di PT DI
Eurocopter EC120 Colibri Perancis Helikopter Latih Untuk menggantikan Schweizer 300
Eurocopter Fennec Prancis/ Indonesia Helikopter multiperan AS550 11 Dibuat dengan lisensi di PT DI
Mil Mi-17 Hip-H  Rusia Helikopter serang ringan dan transpor Mi-17V5 12
Mil Mi-35 Hind  Rusia Helikopter serang Mi-35 Hind-F 5 [28]
Schweizer 300  Amerika Serikat Helikopter latih 300C 6 Akan diganti